Dibawah ini adalah Font-font photoshop yang keren, mungkin dapat bermanfaat untuk sahabat sekalian, untuk mendownload silakan klik link di bawah contoh gambar font masing masing.
Tutorial Soft Smudge 3D, mungkin begitulah judul yang tepat untuk artikel kali ini, pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi janji kepada teman lama, dimana janji itu adalah membuat artikel sekaligus video tutorial cara membuat gambar atau foto menjadi seperti lukisan atau smudge painting, namun kali ini adalah versi soft smudge 3D. untuk yang ingin tutorial smudge painting bisa cek disini: Tutorial Photoshop - Smudge Painting
Ok, Lanjut ke topik, Soft Smudge 3D kini menjadi topik hangat bagi kalangan desainer terkhusus photoshopers, lalu bagiaman cara membuat atau mengedit sebuah gambar atau foto menjadi soft Smudge 3D? Berikut Caranya:
1. Pertama masukan gambar yang ingin kita edit kedalam Photoshop (Untuk Tutorial kali ini saya menggunakan Foto saudara Lionel Messi)
2. Duplicate layar background dengan menekan ctrl+j maka layer akan menjadi dua seperti gambar di atas.
3. Buka NIK Color Efex, masuk ke filter lalu pilih Nik Sofware, pilih Color Efex, maka akan muncul pop up Color Efex seperti gambar dibawah ini
4. Pilih Detail Extrator seperti nomor satu pada gambar diatas, atur Saturation, Contrast dan Detail Extrator seperti nomor dua pada gambar diatas, terakhir pilih ok seperti nomor 3.
5. Sekarang foto anda siap di poles Smudge, aktifkan tools Smudge dengan menekan tombol R atau aktifkan secara manual dengan memilih tools Smudge yang bergambar tangan di tab tools sebelah kiri (Lihat Gambar dibawah ini)
6. Atur nilai strength dengan nilai 50 seperti gambar dibawah ini dinomor 1, dan atur Hardness menjadi nol seperti nomor 2 pada gambar dibawah, untuk master diameternya sesuaikan dengan pola-pola objek pada gambar, semakin kecil bentuk-bentuk muka yang akan kita gosok maka perkecil pula nilai diameternya.
7. Sekarang tinggal proses menggosok, yang perlu kita perhatikan pada saat menggosok adalah garis-garis yang membentuk muka jangan sampai hilang karena gosokan yang kita buat, begitupun dengan bagian gelap dan terangnya.
8. Saat menggosok yang perlu diperhatikan adalah semakin detail bentuk yang akan kita gosok maka nilai master diameter juga harus di perkecil seperti yang saya tegaskan pada tutorial nomor 6 diatas, dalam contoh kasus ketika kita ingin menggosok bagian mata maka terlebih dahulu perkecil value pada ster diameter seperti gambar dibawah ini
9. Karena pada tutorial ini kita ingin membentuknya seperti gambar 3D, maka seleksi mata dengan pentol atau tools lainnya lalu duplicate bagian yang terseleksi dengan menekan tombol ctrr+j, agar pada bagian mata nantinya akan tetap bertahan seperti semula, sampai disini sebenarnya tutorial smudget sudah selesai namun sahabat bisa mengatur gelap terangnya dengan menekan ctrl+m lalu atur contras sesuai selera sahabat
Nah, sampai disini desain soft smudge 3d di photoshop kita sudah selesai, untuk yang kurang jelas silakan parkir komentar di bawah, insya allah akan di respon dengan baik. Ok semoga bermanfaat. oh iya hampir lupa, untu video tutorial Soft Smudge 3D silakan saksikan video dibawah ini
Layer adalah lapisan, tepatnya lapisan kanvas tempat kita mengedit gambar. Dengan layer kita dapat memulai pengeditan foto dan memberikan efek dengan mudah. Untuk mempermudah penjelasan tentang layer saya akan memberikan sebuah ilustrasi tentang layer.
Ilustrasi Panel Layer
Pertama, ada 3 buah bentuk dengan layer yang berbeda-beda, bentuk love berada pada layer Love, bentuk persegi berada di layer persegi dan bentuk lingkaran berada pada layer lingkaran, perhatikan gambar di bawah ini Dari gambar di atas menunjukan bahwa layer Lingkarang terletak pada bagian paling atas, layer love ada di tengah dan layer persegi berada pada bagian paling bawah, kita ibaratkan bahwa ketiga ini adalah sebuah plastik, lalu apa yang terjadi jika kita menumpukkan ketiga bagian ini? seperti halnya yang saya katakan tadi layer adalah lapisan. jadi jika kita satukan ketiga gambar ini maka yang terjadi seperti gambar di bawah ini
Nah semoga dari pemaparan saya yang sederhana ini mampu mengantarkan makna apa yang saya sampaikan kepada benak sahabat. hehe sedikit filosofis.
Tentunya setelah sahabat melalukan desain di photoshop atau edited sebuah photo, langkah terkahir adalah menyimpan hasil editan sahabat, lalu bagaimana caranya? berikut
Klik File pada menu bar lalu pilih Save atau Save As.
Perbedaan Save dan Save as adalah jika save maka sahabat akan menimpa file yang telah di edit dan jika save as berarti sahabat akan membuat file baru tanpa kehilangan file yang telah di edit. Jika sahabat telah menentukannya dan mengklik save atau save as maka akan muncul box baru seperti gambar di bawah ini
Keterangan
Save in : Pilih tempat dimana anda akan menyimpan file yang telah di edit
File Name : Isi dengan nama filenya
Format : Pilih format sesuai keutuhan anda
Pilihlah format penyimpanan .psd. Format file ini merupakan format asli dokumen Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dalam gambar. Sehingga suatu saat file masih dapat dibuka dan diedit kembali jika perlu
Selain itu dapat juga menyimpan dalam format .jpg/.jpeg. Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai pilihan yang disediakan. Format ini sering digunakan untuk keperluan halaman web atau publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB,CMYK, dan Grayscale.
Ok sampai ketemu di pemaparan saya yang berikutnya.
Pertama, tentu saja jalankan photoshopnya
Klik File pada menu bar, lalupilih New, Disini sahabat juga dapat menekan tombol ctrl+N pada keyboard agar lebih cepat
Maka akan muncul box membuat canvas baru seperti di bawah ini, silakan atur sesuai kebutuhan lalu klik Ok, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bwah ini berserta keterangannya
KETERANGAN GAMBAR DI ATAS
Name Kotak teks yang dipakai untuk memberi nama pada file contoh gambar di atas menggunakan nama saya.
Preset Preset secara sederhana adalah ukuran-ukuran yang telah di sediakan photoshop, dalam contoh ini saya memilih preset Internasiol Paper, maka akan muncul pilihan di Size (ukuran-ukuran untuk Internasional Paper) dalam contoh di atas saya memilih ukuran kertas A4, jadi sagabat tidak perlu lagi mengatur width(lebar) dan Height (tinggi).
Width & Height Ukuran panjang dan lebar kanvas dalam satuan mm, disini sahabat juga dapat merubah satuannya seperti pada umumnya yang di gunakan adalah pixels
Resolution Terdapat dua jenis resolusi yaitu resolusi monitor (72 ppi) dan resolusi printer (300 ppi). Contoh: sebuah gambar berukuran 1x1 inci dengan resolusi 72 ppi mempunyai jumlah resolusi 5184 pixel (tinggi 72 pixel x lebar 72 pixel = jumlah total 5184). Di lain pihak, sebuah gambar dengan ukuran sama yang mempunyai resolusi 300 ppi akan berisi 90.000., untuk hasil print yang bagus gunakan saja ukuran 300.
Color Mode Warna memiliki peran khusus, yaitu sebagai penanda sebuah gambar. Ada beberapa mode warna yang digunakan di Adobe Photoshop, yaitu RGB (Red, Green, Blue), CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black), Grayscale, Lab Color, dan Bitmap.
Background Contents Dipakai untuk menentukan warna latar kanvas. Terdiri dari tiga jenis, yaitu White, Background Color, dan Transparent. disini yang paling umum adalah white, karena nantinya sahabat bisa mengatur warna background kembali saat pengeditan.
Nah begitulah apa yang dapat saya paparkan kali ini, semoga anda-anda mengerti.
Dalam kesempatan kali ini saya akan memaparkan dasar-dasar photoshop, dimana tugaski kita saat ini adalah mengenal bagia-bagian dari adobe photoshop, photoshop yang saya gunakan disini adalah photoshop CS 3 namun untuk photoshop lainnya saya rasa hampis sama dengan penjelasan berikut, ok langsung saja.
Pertama coba sahabat perhatikan gambar di bawah ini, gambar ini menunjukan bagian-bagian dari photohop yang telah saya beri garis warna merah.
Menu Bar Berisi opsi-opsi menu untuk pengelolaan aplikasi dan pengelolaan foto seperti menu-menu efek, save,open dll
Opsi Bar Berisi opsi-opsi dari tools yang ada di toolbox. Ikon-ikon dalam barisan ini akan berubah sesuai tool yang Anda pilih. Setiap opsi pasti terkait langsung dengan tool sehingga opsi ini bersifat dinamis.
Toolbox Barisan tools yang dimanfaatkan untuk mengelolah foto atau gambar, mulai dari tool menyeleksi gambar, menggambar, kuas, hingga memperbesar tampilan gambar.
Area Kerja Kanvas foto yang menampilkan olahan foto sehingga terlihat hasilnya meski telah tersusun dari sejumlah layer.
Kotak Warna Kotak warna ini terbagi dua warna yaitu foreground color (hitam) dan background color (putih).
Panel Pendukung Tool Utama Jendela-jendela kecil berisi tools pendukung tool utama di toolbox, misalnya panel warna (color), panel histogram, dan sebagainya.
Jajaran Panel Jajaran ikon panel ini sebagai panel tambahan selain dari panel standar.
Layer Panel berisi layer (lapisan-lapisan gambar) yang menyusun menjadi tampilan foto. Penggunaan layers akan memudahkan Anda dalam memanipulasi sebuah foto.
Tombol Tab Antar lembar kerja Tombol ini biasa digunakan ketika kita ingin menyatukan dua gambar berbeda, tombol ini berguna sebagai minimize, restore down dan close layaknya jika kita membuka aplikasi dalam mode window
Ok untuk membahas lebih terperinci bagian-bagian photoshop di atas, insya allah saya akan update.
Mungkin hal ini menurut anda adalah hal yang tidak terlalu penting, namun jangan remehkan salah satu asal muasal Adobe Photoshop itu sendiri, karena kenal maka anda akan sayang (Tak kenal maka tak sayang)
Berikut adalah sejarah perkembangan Adobe Photoshop seperti yang saya kutip dari Wikipedia
Apa itu Adobe Photoshop?
Photoshop adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotograferdigital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan versi yang terakhir (ketigabelas) adalah Adobe Photoshop CS6.
Sejarah Perkembangan Adobe Photoshop
Pada tahun 1987, Thomas Knoll, mahasiswa PhD di Universitas Michigan, mulai menulis sebuah program pada Macintosh Plus-nya untuk menampilkan gambar grayscale pada layar monokrom. Program ini, yang disebut Display, menarik perhatian saudaranya John Knoll, seorang karyawan di Industrial Light & Magic, yang merekomendasikan Thomas agar mengubah programnya menjadi program penyunting gambar penuh. Thomas mengambil enam bulan istirahat dari studi pada tahun 1988 untuk berkolaborasi dengan saudaranya pada program itu, yang telah diubah namanya menjadi ImagePro. Setelah tahun itu, Thomas mengubah nama programnya menjadi Photoshop dan bekerja dalam jangka pendek dengan produsen scanner Barneyscan untuk mendistribusikan salinan dari program tersebut dengan slide scanner; "total sekitar 200 salinan Photoshop telah dikirimkan" dengan cara ini.
Selama waktu itu, John bepergian ke Silicon Valley di California dan memberikan demonstrasi program itu kepada insinyur di Apple Computer Inc. dan Russell Brown, direktur seni di Adobe. Kedua demonstrasi itu berhasil, dan Adobe memutuskan untuk membeli lisensi untuk mendistribusikan pada bulan September 1988. Sementara John bekerja pada plug-in di California, Thomas tetap di Ann Arbor untuk menulis kode program. Photoshop 1.0 dirilis pada 1990 khusus untuk Macintosh.
Fakta Unik dari Adobe Photoshop
1. Dampak Adobe Photoshop Terhadap Industri
Pengembangan manipulasi gambar digital banyak memengaruhi industri fotografi. Pengembangan tersebut menciptakan seni pengolah gambar (photo retouching) dan mengubah cara kerja: produk yang biasanya hanya dapat diciptakan oleh fotografer profesional selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, kini dapat diproduksi oleh seniman amatir sekalipun. Manipulasi gambar digital telah menyumbang begitu banyak hal kepada dunia fotografi dengan memungkinkan manipulasi yang awalnya sulit atau bahkan tak mungkin. Photoshop berperan besar dalam perkembangan dunia digital saat ini.
Pada masa revolusi fotografi digital pada tahun 90-an, Photoshop menjadi standar di dunia industri. Banyak fotografer yang menggunakan program ini untuk mengoptimalkan hasil akhir foto yang mereka ciptakan.
Dengan kehadiran tablet grafik, terutama dari Wacom, program seperti Adobe Photoshop dan Corel Painter semakin dibutuhkan untuk menciptakan gambar orisinal. Dengan menggunakan pressure sensitive tablet dapat meningkatkan efek paint brush, eraser, atau tool lainnya.Tablet digunakan secara global oleh para ilustrator komik profesional, arsitek, seniman studio, dan lainnya. Bahkan ILM, perusahaan spesial efek yang berperan dalam produksi film Star Wars, menggunakan tablet yang dikombinasikan dengan Photoshop untuk mengoptimalkan hasil-produksinya.
2. Kebudayaan Adobe Photoshop
Kata Photoshopping muncul sebagai sebuah neologisme, yang berarti "menyunting sebuah gambar", meskipun pengolahan gambar itu sendiri tidak menggunakan Photoshop sebagai programnya (sama seperti Google yang saat ini dapat digunakan sebagai kata kerja). Adobe discourages use of the term out of fear that it will undermine the company's trademark. The term photoshop is also used as a noun referring to the altered image.
Photoshopping gambar untuk tujuan humor menjadi populer dikalangan anggota beberapa website seperti Something Awful dan Fark. Kontes Photoshop juga menjadi sebuah tradisi bagi para pengguna software ini.