Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

4 Virus yang Mematikan selain Ebola

Wabah virus ebola di Afrika Barat yang kini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang mengkhawatirkan banyak orang di dunia. Virus ebola memang memiliki keganasan yang tinggi.

Meski demikian, para ahli tidak hanya mengkhawatirkan ancaman ebola karena masih banyak virus lain yang jauh lebih berbahaya. virus apa itu? Berikut 4 virus berbahaya yang lebih ganas dari Ebola
sumber gambar dari focustaiwan.tw
1. Rabies
Virus ini menyebar lewat air liur dan gigitan hewan yang terinfeksi rabies, seperti anjing, monyet, atau kelelawar. Mereka yang digigit hewan harus langsung menerima vaksin rabies untuk mencegah infeksi. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka telah tergigit, khususnya oleh kelelawar.
2. Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Autoimmune Deficiency Syndrome (AIDS)
Walau jumlah kematian karena HIV cenderung menurun beberapa tahun belakangan, pada tahun 2012, sebanyak 1,6 juta orang di seluruh dunia meninggal karena HIV dan AIDS.
Virus ini menyerang sel imun tubuh seseorang dan melemahkan sistem pertahanannya. Lama-kelamaan, penderita akan kesulitan untuk melawan penyakit-penyakit lain. Jika sudah sampai pada tahap AIDS, penyakit flu pun bisa membuat penderita meninggal dunia.
3. Virus dari nyamuk
Virus ini menyebar lewat gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. WHO dan CDC mencatat, penyakit seperti DBD, demam kuning, ataupun West Nile virus (WNV) telah membunuh 50.000 orang di seluruh dunia. Selain virus, parasit penyebab malaria juga membunuh 600.000 orang tiap tahun.
4. Rotavirus
Virus yang menyerang saluran pencernaan ini berakibat fatal pada anak-anak. CDC mengklaim, terdapat hampir 111 juta laporan gastroentritis tiap tahun dari seluruh dunia. Mayoritas dari penderita masih balita dan 82 persen kematian terjadi di negara berkembang.
Meski kini beberapa jenis vaksin sudah dikembangkan untuk mencegah infeksi virus seperti DBD atau rotavirus, menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga wajib diperhatikan.

Organ sensori Mata dan Telinga

Mata (Indra Penglihatan)

Indera penglihatan manusia adalah mata. Kita dapat mengenal dan melihat suatu benda yang kita lihat karena adanya kerjasama antara mata dan otak. Ransangan yang terjadi dibagian mata akan diteruskan ke otak. Disini otak mengolah dan menerjemahkan informasi yang diterima sehingga menghasilkan suatu perwujudan penglihatan.

Struktur Anatomi Mata

Mata manusia berbentuk bulat lonjong, berdiameter 2,5cm. Bagian depan dari mata dilindungi oleh membran tipis dan transparan yang disebut konjungtiva. Membran ini berfungsi untuk melindungi kornea mata. Pada konjungtiva mengalir air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata. Cairan air mata berguna untuk menjaga kelembapan mata. Pada cairan air mata terdapat enzim yang disebut lisozim, yang dapat membunuh bakteri. Selain itu cairan air mata berguna untuk membersihkan mata saat berkedip. Kelopak mata, alis mata, dan bulu mata berguna untuk mencegah masuknya kotoran (debu) dari udara atau keringat dari kepala (dahi). Mata tersusun atas tiga lapisan, yaitu sklera, koroid dan retina.
  • Sklera merupakan lapisan terluar mata yang berwarna putih. sebagian besar sklera dibangun oleh jaringan fibrosa. Pada bagian sklera terdapat kornea, yaitu bagian mata yang transparan dan tersusun dari serabut kolagen. Kornea dapat dianggap sebagai jendela mata.
  • Koroid merupakan lapisan tengah yang tipis dan berwarna gelap. Lapisan ini banyak mengandung pigmen dan pembuluh darah. Pada bagian depan koroid, dibelakang kornea terdapat suatu struktur yang disebut iris. Iris berbentuk bulat dan terdiri atas otot-otot sirkular berpigmen. Warna mata kita ditentukan oleh pigmen pada iris. Iris berfungsi untuk mengatur ukuran pipil atau banyaknya cahaya yang masuk ke mata.
  • Retina merupakan lapisan dalam dari mata yang mengandung fotoreseptor dan sel-sel saraf yang sensitif terhadap cahaya. Retina mengandung dua macam fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, tetapi tidak bisa membedakan warna. Pada malam hari atau keadaan gelap, sel tersebut hanya melihat warna cahaya hitam dan putih. Sel kerucut (konus) sensitif terhadap cahaya, tetapi pada panjang gelombang yang berbeda. Pada tempat terang, sel-sel ini mampu membedakan warna didalam retina, sel mengirim sebuah pesan disepanjang saraf optik menuju otak. Otak kemudian memisah-misahkan semua pesan dari masing-masing sel reseptor dan membangun sebuah bayangan.

Mekanisme Melihat

Kita dapat melihat suatu benda karena adanya pantulan cahaya dari benda tersebut masuk ke mata. Secara garis besar, pantulan cahaya tersebut akan masuk ke mata secara berurutan. Yaitu melalui kornea, aqueous humor, pupil, lensa, vitreous humor dan akhirnya ditangkap oleh fotoreseptor di retina.
Pantulan cahaya yang masuk menembus kornea akan diteruskan melewati pupil. Banyaknya cahaya yang masuk melewati pupil diatur oleh iris. Melalui pupil, cahaya diteruskan menembus lensa mata. Pada lensa mata terjadi perubahan bentuk sehingga dapat memfokuskan cahaya pada retina. Dalam hal ini lensa melakukan perubahan bentuk dengan cara mencembungkan atau memipih.
Pada retina terbentuk bayangan nyata, terbalik dan lebih kecil daripada ukuran objek aslinya. Saat fotoreseptor di retina menerima ransangan cahaya, impuls akan diteruskan kedalam serat-serat saraf. Impuls-impuls ini dikirim disepanjang saraf optik ke pusat penglihatan di otak depan (lobus oksipital), sehingga menghasilkan suatu kesan yang sesuai aslinya, baik ukuran, warna maupun jarak dari objek. Selanjutnya, pembalikan bayangan pada retina dilakukan didalam pusat optik di otak sehingga membentuk kesan objek yang tidak terbalik.

Kelainan Atau Penyakit Pada Mata

Pada anak-anak, titik dekat mata bisa sangat pendek, kira-kira 9cm untuk anak umur 11 tahun. Makin tua, jarak titik dekat makin panjang. Sekitar umur 40-50 tahun terjadi perubahan yang menyolok, yaitu titik dekat mata sampai 50cm, oleh karena itu memerlukan pertolongan kaca mata untuk membaca berupa kaca mata cembung (positif). Cacat mata seperti ini disebutPresbiopi atau mata tua karena proses penuaan. Hal ini disebabkan oleh elastisitas lensa berkurang. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap. Mata jauh dapat terjadi pada anak-anak yang disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh dibelakang retina. Cacat mata pada anak-anak seperti ini disebut Hipermetropi.
Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mata terlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh didepan retina. Pada mata dekat ini orang yang tidak dapat melihat benda yang jauh, mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Untuk cacat seperti ini orang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Miopi biasanya terjadi pada anak-anak.
Astigmatisma merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehingga fokusnya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yang sama. Untuk membantu orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaitu yang mempunyai beberapa fokus. dll.

Source gambar : slideshare.net

Telinga (Indera Pendengaran)

Indera pendengaran dan keseimbangan manusia adalah telinga. Telinga mengandung reseptor yang sensitif terhadap getaran suara di udara. Telinga juga mengandung reseptor yang sensitif terhadap getaran posisi dan gerakan kepala. Sel-sel reseptor tersebut terdapat pada telinga dalam dan masing-masing terdiri atas sel-sel rambut dengan sterosilia.

Struktur Telinga

Telinga manusia dibagi menjadi tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar dan telinga tengah mengandung udara sedangkan telinga dalam berisi dua macam cairan, yaitu berupa perilimfa dan endolimfa.
  • Telinga Luar
    Telinga luar merupakan sebuah tabung terbuka pada bagian samping kepala dan masuk hingga mencapai gendang telinga. Bagian paling luar dari telinga luar merupakan bentuk pemanjangan dari kulit dan tulang rawan yang disebut daun telinga atau pinna. Pada manusia dan mamalia, daun telinga berguna untuk meningkatkan konsentrasi dan mengarahkan getaran ke dalam telinga. Saluran luar yang dekat lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus serta cairan lilin yang berguna untuk mencegah kotoran masuk.
  • TelingaTengah
    Telinga tengah dimulai dari gendang telinga(membran timpani), sampai ke jendela oval.Jendela oval merupakan sebuah membran yang terdapat dibawah tulang sanggurdi. Diantara membran timpani dan jendela oval terdapat tiga tilang kecil, yaitu tulang martil (maleus), tulang landasan (inkus) dan tulang sanggurdi (stapes). Dari tulang-tulang kecil ini getaran dari membran timpani diteruskan ke telinga dalam melewati jendela oval. Telinga tengah dihubungkan dengan rongga mulut oleh pembuluh eustachius.
  • Telinga DalamRongga telinga dalam terdiri dari berbagai rongga yang menyerupai saluran-saluran. Rongga-rongga ini disebut labirin tulang dan dilapisi dengan membran sehingga disebut juga labirin membran. Labirin tulang terdiri dari tiga bagian, yaitu vestibula, kokle (rumah siput), dan tiga saluran setengah lingkaran.
Rumah siput atau koklea merupakan suatu tabung yang panjangnya sekitar 3cm dan bergelung seperti cangkang siput serta berisi cairan limfa. Kokle tersebut berbentuk saluran melingkar yang terdiri atas tiga ruangan, yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Skala vestibuli dan skala timpani mengandung cairan yang disebut perilimfe. Skala media juga mengandung cairan yang disebut endolimfe. Skala vestibuli berhubungan dengan skala timpani melalui lubang kecil yang disebut helikotrema. Skala vestibuli berakhir pada jendela oval(foramen ovale). Sedangkan skala timpani berakhir pada jendela bundar. Antara skala vestibuli dengan skala media terdapat membran Reissner, sedangkan antara skala media dengan skala timpani terdapat membran basiler. Di dalam skala media terdapat suatu tonjolan yang disebutmembran terktorial yang sejajar dengan membran basiler.
Di dalam skala media bagian dalam atau tengah terdapat organ korti. Organ korti berisi ribuan sel rambut sensori yang merupakan reseptor getaran (reseptor vibrasi). Sel-sel rambut tersebut terletak di antara membran basiler dan membran tektorial. Dasar dari sel reseptor pendengar tersebut berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar.

Kelainan Atau Penyakit Pada Telinga

Gangguan pada telinga Radang telinga (Otitas media) yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang sering menyerang anak-anak. Labirintitis merupakan gangguan pada labirin dalam telinga, penyakit ini disebabkan oleh infeksi, gagar otak dan alergi. Tuli konduksiyaitu tuli yang disebabkan gangguan penghantaran suara, disebabkan oleh penyumbatan saluran telinga, penebalan atau pecahnya selaput gendang telinga, kekakuan hubungan stapes pada fenestra ovali, pengapuran tulang-tulang pendengaran. Tuli saraf yaitu gangguan pendengaran karena kerusakan saraf auditori dan saraf pendengaran.

Macam-macam Kelenjar Endokrin dan Eksokrin

 
Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang berada di dalam otak yang berguna sebagai pengatur hormon-hormon yang dihasilkan dari kelenjar lainnya. Kelenjar endokrin dalam tubuh membentuk suatu sistem yang disebut sistem endokrin.

Sistem endokrin terdiri dari kelenjar yang mengeluarkan zat kimia yang disebut ‘hormon’ ke dalam aliran darah atau jaringan sekitarnya. Bersama dengan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh, sistem endokrin membantu tubuh untuk mengatasi berbagai aktivitas dan tekanan. Sistem endokrin meliputi kelenjar pituitari, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium, dan testis.
Kelenjar endokrin membuat bahan kimia yang disebut hormon dan menyebarkannya mereka langsung ke dalam aliran darah. Hormon dapat dianggap sebagai pesan kimia.

Dari aliran darah, hormon berkomunikasi dengan tubuh dengan menuju sel target mereka untuk membawa perubahan tertentu atau efek ke sel itu. Hormon ini juga dapat membuat perubahan pada sel-sel dari jaringan sekitarnya (efek parakrin). Sistem endokrin bekerja dengan sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh untuk membantu tubuh mengatasi berbagai aktivitas dan tekanan.

Cabang ilmu kedokteran – yang berkaitan dengan studi tentang sistem endokrin – disebut endokrinologi dan dipraktekkan oleh ahli endokrin. Bidang ini berkembang pesat karena pemahaman tentang jalur selular yang merangsang hormon dan penemuan hormon baru dan tindakan mereka.

Kelenjar eksokrin

Sebuah kelenjar eksokrin, seperti kelenjar endokrin, adalah kelenjar yang mengeluarkan zat (elektrolit, protein atau enzim) langsung ke situs target melalui saluran atau tabung. Beberapa contoh termasuk:
  1. kelenjar ludah
  2. kelenjar keringat
  3. kelenjar sebaceous
  4. Pankreas.
Pankreas adalah baik sebagai endokrin dan organ eksokrin. Ia melepaskan enzim tertentu untuk membantu pencernaan dikirim ke usus melalui saluran pankreas. Endokrin pankreas juga melepaskan hormon seperti insulin dan glukagon, hormon yang sebagian besar berhubungan dengan metabolisme glukosa, ke dalam aliran darah.


Macam-macam Kelenjar Endokrin dan Eksokrin serta fungsinya
source : pertahanancinta.wordpress.com

Fungsi dari sistem endokrin

Beberapa peran sistem endokrin meliputi:
  1. pertumbuhan
  2. perbaikan
  3. reproduksi seksual
  4. pencernaan
  5. Homeostasis (keseimbangan internal konstan).

Organ Kelenjar endokrin

Kelenjar utama dan organ-organ sistem endokrin meliputi:

  • Kelenjar pituitari – di dalam otak. Ini mengawasi kelenjar lain dan menjaga tingkat hormon terjaga. Hal ini dapat membawa perubahan pada produksi hormon di tempat lain dalam sistem dengan melepaskan hormon ‘merangsang’ sendiri. Kelenjar pituitari juga terhubung ke sistem saraf melalui bagian otak yang disebut hipotalamus. Hormon-hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis adalah gonadotropin (LH dan FSH), hormon pertumbuhan (GH), thyroid stimulating hormone (TSH), hormon adrenokortikotropik (ACTH), prolaktin, hormon antidiuretik dan oksitosin.
  • Kelenjar tiroid – terletak di leher di bagian depan tenggorokan. Ia melepaskan hormon tiroid (T4 dan T3) yang diperlukan untuk metabolisme dan homeostasis tubuh. Hal ini dikendalikan oleh TSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis melalui loop umpan balik.
  • Kelenjar paratiroid – biasanya ada empat kelenjar paratiroid yang terletak di samping kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid terlibat dalam kalsium, fosfat dan regulasi vitamin D.
  • Kelenjar adrenal – ada dua kelenjar adrenal yang duduk di atas masing-masing ginjal. Mereka membuat sejumlah hormon yang berbeda. Bagian luar kelenjar (adrenal korteks) membuat hormon kortisol, aldosteron dan jenis kelamin. Pusat kelenjar adrenal (adrenal medulla) membuat adrenalin. Adrenalin adalah contoh hormon yang berada di bawah kendali sistem saraf.
  • Pankreas – organ pencernaan yang ada di dalam perut. Itu membuat insulin, yang mengontrol jumlah gula dalam aliran darah. Hal ini juga membuat hormon-hormon lain seperti glukagon dan somatostatin.
  • Ovarium – berada di dalam panggul perempuan. Mereka membuat hormon seks wanita seperti estrogen.
  • Testis – mereka menggantung di kantong skrotum laki-laki. Mereka membuat hormon seks pria seperti testosteron.

Organ endokrin lainnya yang kurang dikenal meliputi:

  • Jaringan adiposa (jaringan lemak) – dikenal menjadi metabolik penting. Ia melepaskan hormon seperti leptin, yang mempengaruhi nafsu makan, dan juga merupakan tempat produksi estrogen. Insulin juga bekerja pada jaringan adiposa.
  • Ginjal – menghasilkan eritropoietin (EPO) yang merangsang produksi sel darah merah, memproduksi renin yang diperlukan untuk regulasi tekanan darah dan menghasilkan bentuk aktif vitamin D (1-25 dihidroksi vitamin D3)
  • Gut – peningkatan jumlah hormon dalam usus sedang diteliti dan dipahami untuk mempengaruhi metabolisme dan nafsu makan. Termasuk glukagon- seperti peptide 1 (GLP-1), ghrelin yang merangsang nafsu makan, dan somatostatin.

Masalah dari sistem endokrin

  • Diabetes – terlalu banyak gula dalam darah yang disebabkan oleh masalah dengan produksi insulin. Ini termasuk diabetes tipe 1 (defisiensi insulin) dan Jenis diabetes tipe 2 (awalnya berlebihan, kemudian kekurangan, insulin).
  • Kelainan menstruasi – haid tidak teratur atau kurangnya menstruasi. Beberapa penyebab sindrom ini termasuk polikistik ovarium (PCOS), adenoma hipofisis atau kegagalan ovarium primer (POF).
  • Masalah tiroid – ketika kelenjar terlalu aktif (hipertiroidisme) atau kurang aktif (hipotiroidisme). Nodul tiroid umum, tetapi kanker tiroid jarang terjadi, dll.








Sistem Reproduksi Pria dan Wanita

Sistem reproduksi atau genetalia baik pria ataupun wanita terdiri dari 2 bagian, yaitu genetalia interna dan genetalia eksterna. Sistem reproduksi pria atau sistem kelamin pria terdiri dari sejumlah organ seks yang merupakan bagian dari proses reproduksi manusia. Pada pria, organ-organ reproduksi ini terletak di luar tubuh manusia, sekitar panggul wilayah.
Organ utama pada laki-laki adalah penis dan testis yang memproduksi air mani dan sperma, yang sebagai bagian dari hubungan seks pupuk sebuah ovum dalam wanita tubuh dan ovum dibuahi ( zigot ) secara bertahap berkembang menjadi janin, yang kemudian lahir sebagai anak.

Sitem Reproduksi Wanita

Salah satu hal yang penting untuk diketahui dalam kesehatan reproduksi adalah memahami anatomi dan organ reproduksi. Organ reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Berikut adalah penjelasan mengenai Organ reproduksi wanita, menurut R. Wahyudi (2002: 13-17):
  1. Tuba Fallopii (saluran telur), yaitu saluran yang terdapat di kiri dan kanan rahim yang berfungsi untuk dilalui oleh ovum dari indung telur menuju rahim.
  2. Ovarium (indung telur), yaitu organ di kiri dan kanan rahim yang berfungsi memproduksi sel telur (ovum). Setiap satu bulan sekali indung telur kiri dan kanan secara bergiliran akan mengeluarkan sel telur. Apabila tidak terjadi pembuahan, maka sel telur akan ikut keluar pada saat menstruasi. Ovarium mengandung 400.000 sel telur, namun hanya akan mengeluarkan 400 sel telur sepanjang kehidupannya.
  3. Uterus (rahim), yaitu tempat janin dibesarkan, bentuknya seperti buah alpukat gepeng dan berat normalnya 30-50 gram. Pada saat dalam keadaan tidak hamil,
  4. Cervix (leher rahim), yaitu bagian bawah rahim. Pada saat persalinan tiba, maka leher rahim membuka sehingga bayi dapat keluar.
  5. Vagina (lubang senggama), yaitu saluran berbentuk silinder yang sangat elastis dan berlipat-lipat. Fungsinya adalah sebagai tempat penis pada saat bersenggama, tempat keluarnya bayi dan menstruasi.
  6. Mulut vagina, yaitu awal dari vagina, merupakan rongga penghubung rahim dengan bagian luar tubuh.
  7. Klitoris (klentit), yaitu sebuah benjolan daging kecil yang paling peka dari seluruh alat kelamin perempuan. Klitoris banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf.
  8. Bibir vagina, terdiri dari labia mayora dan labia minora. Labia mayora adalah bagian yang terluar dari mulut vagina yang ditumbuhi oleh bulu, labia minora terletak dibelakang labia mayora yang banyak menganding pembuluh darah dan syaraf.
  9. Vulva, adalah organ seksual perempuan yang paling luar atau sering juga disebut sebagai bukit kemaluan (mons veneris), tempat tumbuhnya rambut kemaluan.
  10. Tulang kemaluan, adalah tulang yang terletak didepan kantung kencing.
  11. Rambut kemaluan, terletak pada daerah bukit kemaluan dan labia mayora. Rambut kemaluan ini berfungsi untuk menyering kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam vagina.
  12. Kandung kencing, adalah tempat penampungan sementara air yang berasal dari ginjal (air seni)
  13. Uretra (saluran kencing), adalah saluran untuk mengeluarkan air seni.
  14. Mulut uretra, adalah akhir dari uretra.
  15. Selaput dara (hymen), adalah selaput  tipis yang terletak pada 1/3 luar vagina. Selaput dara tidak mengandung pembuluh darah. Robeknya selaput dara biasanya karena hubungan seks (masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam vagina), tetapi selaput dara juga bisa robek akibat dari olah raga berat misal berkuda atau bersepeda.
Sistem Reproduksi Pria dan Wanita serta penyakit pada sistem reproduksi
source gambar : www.slideshare.net

Sistem Reproduksi Pria

Alat reproduksi laki-laki terdiri dari alat kelamin bagian luar dan alat kelamin bagian dalam. Alat kelamin bagian luar terdiri dari penis dan skrotum. Sedangkan alat kelamin bagian dalam terdiri dari testis, epididimis, vas deferens, prostat, vesika seminalis, dan kelenjar bulbouretral. Penis merupakan alat untuk kopulasi. Sedangkan skrotum adalah kantung yang berisi dua testis yang menggantung.
Skrotum dapat naik dan turun untuk menjaga suhu testis selalu optimum untuk pembentukan sperma. Saat udara dingin, skrotum akan naik lebih dekat ke tubuh sehingga suhunya tetap hangat. Jika udara panas, skrotum turun dan menjauhi tubuh, sehingga suhunya tidak terlalu panas. 
Testis adalah tempat pembentukan sperma (spermatogenesis). Spermatogenesis pada manusia berlangsung selama 2 – 3 minggu. Sel sperma yang dihasilkan testis keluar melalui saluran sperma menuju penis. Di dalam penis terdapat saluran uretra. Selain sebagai saluran sperma, uretra juga berfungsi sebagai saluran urin.
Sebelum dikeluarkan melalui penis, sperma mengalami proses pematangan di epididimis. Saluran yang menghubungkan epididimis dengan uretra disebut vas deferens. Selama perjalanan ke uretra, sperma bercampur dengan cairan dari vesika seminalis dan kelenjar prostat yang disebut dengan semen.
Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang dapat menetralisir suasana asam dalam vagina sehingga sperma yang masuk dapat bertahan hidup. Vesika seminalis menghasilkan bahan makanan bagi sperma pada saat perjalanan menuju sel telur. Sedangkan kelenjar bulbouretral menghasilkan lendir untuk mendukung kehidupan sperma.
Pada usia remaja (sekitar usia 12 – 13 tahun), umumnya organ kelamin laki-laki telah mampu menghasilkan sel sperma. Biasanya ditandai dengan mimpi dan keluarnya sel sperma (mimpi basah). Sel sperma manusia memiliki panjang ±60 μm. Dalam satu tetes semen (air mani) terdapat kurang lebih 200 – 500 juta sperma. Sel sperma dapat bergerak aktif karena mempunyai flagela (ekor).

Gangguan Sistem Reproduksi pada Manusia

  • AIDS
    AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya. Tubuh yang terserang virus HIV kekebalannya rusak, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan kematian. Infeksi HIV awalnya tidak menampakkan gejala sakit. Pada tahap berikutnya muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit.
  • Sifilis
    Penyakit sifilis sering disebut raja singa. Sifilis bersifat menular dan disebabkan oleh bakteri Troponema pallidum. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan kehamilan. Gejala awalnya timbul bisul pada bagian penis laki-laki atau di rahim wanita. Bisul ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya. Gejala selanjutnya muncul lesi di permukaan kulit di seluruh tubuh namun tidak menyebabkan gatal, sariawan di mulut, sakit tenggorokan, demam ringan, dan pembengkakan kelenjar limfa pada lipatan tangan, leher, dan paha. Gejala-gejala ini juga dapat hilang dengan sendirinya. Pada infeksi tingkat lanjut, muncul gejala berupa kerusakan tulang dan sendi, aorta, dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Namun gejala-gejala ini dapat dihentikan dengan pengobatan.
  • Gonore
    Penyakit gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseiria gonokokus dan dapat menular melalui hubungan seksual. Gonore menyerang selaput lendir uretra, leher rahim, dan organ lain. Pada laki-laki, gejalanya adalah terasa sakit saat buang air dan keluar nanah dari uretra. Pada penderita wanita, muncul gejala keluar lendir berwarna hijau dari alat kelamin. Namun banyak wanita yang tidak menunjukkan adanya gejala, sehingga penyakit akan berlanjut sampai terjadi komplikasi. Infeksi yang menyebar hingga ke testis (pada laki-laki) dan oviduk (pada wanita) dapat menyebabkan kemandulan. Infeksi yang menyebar ke persendian menyebabkan radang sendi. Bayi yang lahir dari penderita gonore dapat mengalami kebutaan jika tidak segera mendapatkan pengobatan.








Sistem Limfoid Primer dan sekunder

Sistem Limfoid adalah sel-sel sistem imun ditemukan dalam jaringan dan organ.Organ Limfoid primer atau sentral diperlukan untuk pematangan, diferensiasi dan proliferasi sel T dan B sehingga menjadi limfosit yang mengenal antigen.Ada 2 organ yaitu kelenjar timus danBursa Fabricius (sumsum tulang).

Organ Limfoid sekunder untuk menangkap dan mempresentasikan antigen dengan efektif, proliferasi dan diferensiasi limfosit yang disensitasi oleh antigen spesifik, dan produksi utama antibody. Organ utama adalah MALT yang meliputi jaringan limfoid ekstranodul yang berhubungan dengan mukosa diberbagai lokasi seperti SALT (kulit), BALT (bronkus), GALT (saluran cerna, mukosa hidung, mamae dan serviks uterus)

Organ Limfoid Primer

Organ yang terlibat dalam sintesis/ produksi sel imun, yaitu kelenjar timus dan susmsum tulang.Jaringan limfoid primer berfungsi sebagai tempat diferensiasi limfosit yang berasal dari jaringan myeloid. Terdapat dua jaringan limfoid primer , yaitu kelenjarthymus yang merupakan diferensiasi limfosit T dan sumsum tulang yang merupakan diferensiasi limfosit B. Pada aves, limfosit B berdiferensiasi dalam bursa fabricius. Jaringan limfoid primer mengandung banyak sel-sel limfoid diantara sedikit sel makrofag dalam anyaman sel stelat yang berfungsi sebagai stroma dan jarang ditemukan serabut retikuler.
  • Thymus
    Thymus merupakan organ yang terletak dalam mediastinum di depan pembuluh-pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung, yang termasuk dalam organ limfoid primer. Thymus merupakan satu-satunya organ limfoid primer pada mamalia yang tampak dan merupakan jaringan limfoid pertama pada embrio sesudah mendapat sel induk dari saccus vitellinus. Limfosit yang terbentuk mengalami proliferasi tetapi sebagian akan mengalami kematian, yang hidup akan masuk ke dalam peredaran darah sampai ke organ limfoid sekunder dan mengalami diferensiasi menjadi limfosit T. Limfosit ini akan mampu mengadakan reaksi imunologis humoral. Thymus mengalami involusi secara fisiologis dengan perlahan-lahan. Cortex menipis, produksi limfosit menurun sedang parenkim mengkerut diganti oleh jaringan lemak yang berasal dari jaringan pengikat interlobuler.
  • Sumsum Tulang
    Terdapat pada sternum, vertebra, tulang iliaka, dan tulang iga. Sel stem hematopoetik akan membentuk sel-sel darah. Proliferasi dan diferensiasi dirangsang sitokin. Terdapat juga sel lemak, fibroblas dan sel plasma. Sel stem hematopoetik akan menjadi progenitor limfoid yang kemudian mejadi prolimfosit B dan menjadi prelimfosit B yang selanjutnyamenjadi limfosit B dengan imunoglobulin D dan imunoglobulin M (B Cell Receptor) yang kemudian mengalami seleksi negatif sehingga menjadi sel B naive yang kemudiankeluar dan mengikuti aliran darah menuju ke organ limfoid sekunder. Sel stemhematopoetik menjadi progenitor limfoid juga berubah menjadi prolimfosit T danselanjutnya menjadi prelimfosit T yang akhirnya menuju timus.

Sistem Limfoid Primer dan sekunder serta sel-sel pada sistem limfoid
source img : slideshare.ner


Organ Limfoid Sekunder

Organ yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses-proses reaksi imun. Misalnya : , MALT (Mucosa Assosiated Lymphoid Tissue). Jaringan limfoid sekunder berfungsi sebagai tempat menampung sel-sel limfosit yang telah mengalami diferensiasi dalam jaringan sentral menjadi sel-sel yang imunokompeten yang berfungsi sebagai komponen imunitas tubuh. Dalam jaringan limfoid sekunder, sebagai stroma terdapat sel retikuler yang berasal dari mesenkim dengan banyak serabut-serabut retikuler. Jaringan limfoid yang terdapat dalam tubuh sebagian besar tergolong dalam jaringan ini, contohnya limfa,tonsil, limfonodus.
  1. Limfa
    Lien merupakan organ limfoid yang terletak di cavum abdominal di sebelah kiri atas di bawah diafragma dan sebagian besar dibungkus oleh peritoneum. Lien merupakan organ penyaring yang kompleks yaitu dengan membersihkan darah terhadap bahan-bahan asing dan sel-sel mati disamping sebagai pertahanan imunologis terhadap antigen. Lien berfungsi pula untuk degradasi hemoglobin, metabolisme Fe, tempat persediaan trombosit, dan tempat limfosit T dan B. Pada beberapa binatang, lien berfungsi pula untuk pembentukan eritrosit, granulosit dan trombosit.
  2. Tonsil
    Tonsil disebut juga amandel. Tonsil terletak di bagian kiri dan kanan pangkal tenggorokan. Tonsil mensekresikan kelenjar yang banyak mengandung limfosit, sehingga tonsil dapat berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dan melawan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan faring. Lubang penghubung antara cavum oris dan pharynx disebut faucia. Di daerah ini membran mukosa tractus digestivus banyak mengandung kumpulan jaringan limfoid dan terdapat infiltrasi kecil-kecil diseluruh bagian di daerah tersebut. Selain itu diyemukan juga organ limfoid dengan batas-batas nyata.
  3. Limfonodus
    Nodus limfa terbagi menjadi ruangan yang lebih kecil yang disebut nodulus. Nodulus terbagi menjadi ruangan yang lebih kecil lagi yang disebut sinus. Di dalam sinus terdapat limfosit dan makrofag. Fungsi nodus limfa adalah untuk menyaring mikroorganisme yang ada di dalam limfa. Nodus lymphaticus merupakan organ kecil yang terletak berderet-deret sepanjang pembuluh limfe. Jaringan parenkimnya merupakan kumpulan yang mampu mengenal antigen yang masuk dan memberi reaksi imunologis secara spesifik. Organ ini berbentuk seperti ginjal atau oval dengan ukuran 1-2,5 mm. Bagian yang melekuk ke dalam disebut hillus, yang merupakan tempat keluar masuknya pembuluh darah. Pembuluh limfe aferen masuk melalui permukaan konveks dan pembuluh limfe eferen keluar melalui hillus. Nodus lymphaticus tersebar pada ekstrimitas, leher, ruang retroperitoneal di pelvis dan abdomen dan daerah mediastinum.
  4. Jaringan Limfoid Mukosal (MALT)
    Terletak di tunika mukosa terutama lamina propria, traktus digestivus, respiratorius dangenitourinarius. Terdiri dari sel T terutama CD8, sel B dan APC. Pada traktus digestivusterdiri dari limfosit difus, limfonoduli soliter dan berkelompok (tonsila, plaque Peyeri). Sedangkan pada traktus respiratorius dan genitourinarius terdiri dari limfosit difus,limfonoduli soliter. Sistem imun mukosa pada jaringan limfoid mukosa merupakankomponen terbesar sistem limfoid melebihi lien dan limfonodus



Mengenal Sistem Saluran Kemih

Korpuskulum Renal

Sistem saluran kemih terdiri dari dua ginjal yang berbentuk menyerupai kacang yang melekat pada dinding abdomen posterior, satu pada setiap sisi kolumma vertebralis. Masing-masing ginjal mengosongkan isinya ke dalam masing-masing ureter yang mengalirkan urin ke kandung kemih tunggal untuk penyempanan. Kandung kemih mengosong isinya ke dalam uretra tunggal.

  1. Ginjal
    Fungsi utama ginjal adalah mempertahankan keseimbangan ion dan kandungan air dalam darah (osmoregulasi), dan oleh sebab itu pada seluruh cairan tubuh lainnya. Ginjal melakukan hal tersebut dengan cara:
    • Filtrasi Darah
    • Ekskresi Produk sisa Metabolisme
    • Reabsorpsi molekul kecil (glukosa, asam amino, peptide), ion, air.
  2. Nefron
    Nefron terdiri atas korpuskulum renal dan tubulus renal. Tubulus renal terbagi menjadi tubulus konstortus proksimal, ansa Henle, dan tubulus kontortus distal

Tubulus Renal

Saat ultrafiltrat meninggalkan korpuskulum renal, ultrafiltrat bergerak keluar ruang Bowman dan melalui tubulus renal (yang bergerak ke bawah keluar dari korteks, menuju ke medulla, dan kemudian kembali ke korteks)
Mengenal Sistem Saluran Kemih
Sumber Gambar : sibbolon.blogspot.com

  1. Tubulus Kontortus Proksimal
    Tubulus Kontortus Proksimal merupakan bagian terpanjang tubulus renal dan hanya ditemukan dalam korteks renal.
  2. Ansa Henle
    Struktur ini terutama ditemukan dalam medulla renalis. Ansa Henle memiliki beberapa bagian (atau segmen): segmen desenden tebal (pars rekta, atau tubulus proksimal lurus)
  3. Tubulus Kontortus Distal
    Tubulus Kontortus Distal merupakan segmen pendek akhir (5 mm) dari nefron dan ditemukan dalam konteks renalis.
  4. Tubulus Koligens
    Cairan dari DCT dikeluarkan ke tubulus koligens (di dalam medula) yang bukan merupakan bagian nefron.

Ureter, Uretra, dan Kandung Kemih


  1. Ureter
    Ureter merupakan selang berdinding otot yang panjang dan lurus, dilapisi oleh makosa pelindung yang terdiri dari epitel transisional berlapis dengan lamina propria fibroelastis yang tebal di bawahnya.
  2. Uretra
    Uretra mengalirkan urin dari kandung kemih ke bagian luar tubuh. Uretra memiliki struktur yang serupa dengan ureter meskipun lebih pendek.
  3. Kandung Kemih
    Kandung Kemih memiliki tiga lapis otot polos, dan epitel transisional. Lebih sulit untuk membuka ketiga lapisan karena kandung kemih lebih menyurupai saku, bukan selang.

Organ dan Gangguan Sistem pernapasan

Pengertian Sistem pernapasan

Sistem pernapasan merupakan sistem yang berfungsi untuk mengabsorbsi oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dalam tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan homeostasis. Fungsi ini disebut sebagai respirasi. Sistem pernapasan dimulai dari rongga hidung/mulut hingga ke alveolus, di mana pada alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida dengan pembuluh darah.

Sistem Pernapasan atau Respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen (O2), pengeluaran karbondioksida (CO2) hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Sistem respirasi itu sendiri mencakup semua proses pertukaran gas yang terjadi antara atmosfir melalui rongga hidung-faring-laring-trakea-bronkus-paru-paru-alveolus-sel-sel melalui dinding kapiler darah.

Organ dan Gangguan Sistem Pernapasan
Source gambar : www.slideshare.net

Organ-Organ Sistem Pernapasan

  1. Hidung
  2. Faring
  3. Laring
  4. Trakea
  5. Paru-paru (pulmo yang terdiri dari bronkus, brokiolus dan alveolus)
Mekanisme Pernapasan meliputi Pernapasan dada atau costal breathing dan Pernapasan perut atau diaphragmatic breathing yang melalui masing-masing dua fase yaitu fase inspirasi dan ekspirasi yang melibatkan pernapasan eksternal (luar) dan pernapasan internal (dalam).

Gangguan pada sistem pernapasan bisa disebabkan karena terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh (asfiksi) atau keracunan gas-gas berbahaya.

Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Gangguan pada sistem pernapasan dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :
  1. karena terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh (asfiksi). Atau keracunan gas-gas berbahaya.
  2. Pneumonia. terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus
  3. Polip, Amandel, dan Adenoid. disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh kelenjar limfa
  4. Radang; peradangan pada rongga hidung bagian atas (Sinusitis), peradangan pada bronkus (Bronkitis), serta radang pada pleura (Pleuritis)
  5. TBC kerusakan pada paru-paru akibat terinfeksi Mycobacterium tuber culosis